Hati-hati untuk wanita : 15 Gejala Kanker Otak Stadium 4 yang banyak diremehkan orang (No 2 Paling Sering Terjadi)

Kanker otak adalah penyakit di otak dimana terdapat sel yang tidak normal membelah diri secara tidak terkontrol di jaringan otak. Sel kanker tumbuh dalam bentuk massa jaringan otak lain yang tidak normal atau tumor. Keberadaan tumor ini tentu akan mengganggu fungsi otak, seperti pengendalian otot, memori dan fungsi-fungsi lainnya. Namun, suatu hal yang sudah pasti pada penyakit kanker otak adalah gejala kanker otak stadium 4 pasti lebih berbahaya daripada gejala kanker otak stadium awal.





Seperti yang sudah kita ketahui, tidak semua tumor atau sel tidak normal di otak akan menyebabkan kanker. Tumor yang terbentuk di otak bisa juga hanya merupakan tumor jinak, yaitu ketika tumor tersebut belum mengganggu organ atau fungsi lain di tubuh. Namun, jika tumor tersebut sudah mulai menginvasi jaringan lainnya, maka tumor tersebut juga bisa sebagai tumor ganas. Baik tumor jinak maupun tumor ganas di otak sangat membutuhkan penaganan cepat agar gangguan yang dirasakan pasien dapat segera teratasi

Stadium Kanker Otak


Seperti pada kanker lainnya, kanker otak pun akan dialami pasien secara perlahan. Pada mulanya, kanker hanya akan tumbuh di otak dan tidak menyebar ke organ lainnya. Gejalanya pun bisa jadi masih ringan dan tidak dirasakan oleh pasien. Namun, seiring berjalannya waktu, kanker akan semakin parah, hingga saat mencapai stadium yang lebih serius, gejala yang dirasakan pasien pun semakin berat.

Pada stadium 0, kanker otak hanya berkembang di lapisan tertentu di otak. Biasanya, pasien belum merasakan gejala khusus, meskipun di tahap ini kanker otak sudah mulai berkembang. Meskipun sel-sel otak sudah mulai terganggu oleh sel tidak normal, yaitu kanker, sel-sel tersebut masih tampak normal. Oleh karena itu, hingga kanker mencapai stadium 1 pun, akan sulit untuk melihat keberadaan sel kanker di otak. Pada stadium 1 ini, kanker masih bisa disembuhkan, biasanya dengan metode operasi.

Jika pasien tidak segera melakukan pengobatan pada kanker otak stadium 1, sel-sel kanker akan tumbuh dengan semakin cepat pada stadium 2. Pada stadium 2 ini, kanker masih bisa disembuhkan, namun kemungkinan pasien untuk kembali mengalami kanker otak masih tinggi. Pada stadium 2 ini, sel-sel kanker sudah mulai menyebar ke jaringan lain, yang membuatnya lebih sulit untuk disembuhkan. (Baca juga: Kemoterapi Kanker Otak)

Memasuki stadium 3, sel-sel kanker akan semakin ganas menyerang jaringan lainnya. Tidak hanya pada otak, kanker pada stadium 3 akan mulai menyebar ke organ lain di tubuh. Lebih mengerikan lagi, jika pengobatan tidak kunjung diberikan, pasien kanker otak akan memasuki stadium 4. Di tahap ini kanker telah menyebar ke hampir semua bagian tubuh dan kemungkinan pasien untuk sembuh pun akan semakin kecil.

Gejala Kanker Otak Stadium 4


Gejala pada kanker otak tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis tumor, ukuran, lokasi tumor hingga pada usia dan kondisi tubuh pasien secara umum. Gejala kanker otak umumnya akan dipengaruhi oleh bagian otak mana yang terkena kanker dan fungsi tubuh apa yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ketika kanker otak memasuki stadium 4, sel-sel kanker telah menyebar hampir ke semua bagian tubuh. Selain melihat gejala tersebut, dokter juga bisa mengetahui bahwa kanker memasuki stadium 4 ketika mulai terbentuk pembuluh darah baru akibat pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

Untuk gejala kanker otak stadium 4 yang sudah mulai menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh lainnya, biasanya gejala yang dirasakan akan terasa lebih berat bagi pasien. Berikut ini adalah gejala kanker otak stadium 4 yang akan dirasakan pasien:

1. Sakit kepala


Gejala ini memang bisa saja disebabkan oleh penyakit lainnya. Namun, jika seseorang sering sekali merasakan sakit kepala yang hebat, bisa jadi itu merupakan gejala pertumbuhan tumor di otak. Apalagi jika sakit kepala tersebut tidak kunjung hilang meskipun sudah minum obat sakit kepala. (Baca juga: Ciri ciri Awal Kanker Otak)

2. Tubuh menjadi lemah


Hal ini disebabkan tumor di otak menyebabkan sebagian tubuh terasa lemah atau sindrom paraneoplastic lainnya, seperti mati rasa atau rasa kesemutan di tangan dan kaki. (Baca juga: Gejala Awal Kanker Otak)

3.Gangguan pendengaran.


Di otak manusia terdapat satu bagian yang berfungsi untuk mengontrol pendengaran dan keseimbangan. Jika tumor yang menyebabkan kanker otak tumbuh di bagian ini, maka pasien pun akan mengalami gangguan pendengaran. (Baca juga: Gejala Awal Kanker Otak Pada Anak)

Pada pasien yang mengalami gejala ini kemampuan koordinasi tubuh pasien akan berkurang atau hilang sama sekali akibat adanya tumor yang mempengaruhi bagian otak tertentu yang bertugas menjaga fungsi motorik, seperti fungsi keseimbangan tubuh, koordinasi dan pergerakan tubuh.

4.Kehilangan ingatan dan gangguan mental


Gejala ini disebabkan oleh sel kanker menggerogoti sel sehat di otak pasien secara masif. Satu demi satu sel otak yang berhubungan dengan ingatan akan rusak sehingga pasien akan mulai kehilangan ingatan. Bahkan, pasien bisa mengalami kemunduran mental dengan menunjukkan sifat yang aneh akibat rusaknya sel-sel di otaknya. (Baca juga: Efek Kanker Otak Pada Penderita)

5.Halusinasi


Pasien yang mengalami halusinasi akan merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi di dunia nyata. Hal ini disebabkan keberadaan kanker otak yang mengganggu fungsi sensorik di otak dalam mempersepsikan sesuatu hal. Akibatnya, pasien akan merasa mengalami sesuatu yang tidak benar-benar dia rasakan.

6.Gangguan penglihatan


Tumor di otak juga bisa berkembang di dekat atau pada saraf penglihatan. Hal ini akan mengganggu pergerakan mata serta penglihatan. Misalnya, pasien akan merasa penglihatan yang ganda atau kabur. Ukuran dan lokasi tumor juga akan menyebabkan gangguan penglihatan yang berbeda.

7.Kejang


Gejala ini bisa jadi akibat adanya tekanan atau gangguan dari tumor yang tumbuh di otak. Kejang pada pasien kanker otak akan sangat berbahaya bagi pasien, karena pada saat kejang pasien akan kehilangan kemampuan bernapas selama 30 detik atau lebih.

8.Mual dan muntah


Mual dan muntah yang dialami pasien kanker otak akan berbeda dibandingkan pada seseorang yang masuk angin atau penyakit ringan lainnya. Pada pasien kanker otak, gejala ini dirasakan secara tiba-tiba tanpa disertai gangguan kondisi kesehatan lainnya. Biasanya pasien akan mengalami gejala ini pada pagi hari.

9.Muntah darah dan mimisan


Jika pasien sudah mengalami gejala ini, maka bisa berarti kanker otak yang dialaminya sudah semakin parah. Seorang pasien kanker otak bisa mengalami muntah darah sekali sehari. Mimisan yang dialami pasien pun bisa hingga 5 kali sehari, bahkan lebih banyak dari itu. Gejala ini menunjukkan kanker otak yang dialami telah mencapai stadium akhir dan bisa berujung pada kematian jika tidak segera diobati.

10.Kejang


Gejala ini bisa jadi akibat adanya tekanan atau gangguan dari tumor yang tumbuh di otak. Kejang pada pasien kanker otak akan sangat berbahaya bagi pasien, karena pada saat kejang pasien akan kehilangan kemampuan bernapas selama 30 detik atau lebih.

11.Mual dan muntah


Mual dan muntah yang dialami pasien kanker otak akan berbeda dibandingkan pada seseorang yang masuk angin atau penyakit ringan lainnya. Pada pasien kanker otak, gejala ini dirasakan secara tiba-tiba tanpa disertai gangguan kondisi kesehatan lainnya. Biasanya pasien akan mengalami gejala ini pada pagi hari.

12.Muntah darah dan mimisan


Jika pasien sudah mengalami gejala ini, maka bisa berarti kanker otak yang dialaminya sudah semakin parah. Seorang pasien kanker otak bisa mengalami muntah darah sekali sehari. Mimisan yang dialami pasien pun bisa hingga 5 kali sehari, bahkan lebih banyak dari itu. Gejala ini menunjukkan kanker otak yang dialami telah mencapai stadium akhir dan bisa berujung pada kematian jika tidak segera diobati.

  1. Perubahan kepribadian
Salah satu fungsi otak adalah mengatur perilaku, sifat dan cara berpikir. Oleh karena itu, jika tumor di otak mengganggu area yang mengatur hal ini, pasien bisa menunjukkan tanda-tanda perubahan perilaku yang tidak biasanya, seperti menjadi sangat pendiam atau sangat meledak-ledak secara mendadak.
  1. Kelainan hormonal
Di otak terdapat sebuah kelenjar yang terletak di bagian bawah otak. Kelenjar ini sangat vital dalam produksi dan pengaturan hormon tubuh. Jika terdapat tumor otak yang tumbuh di area ini, maka hormon tubuh pasien akan terganggu. Hal ini bisa menunjukkan gejala yang hampir seperti gejala kelainan endokrin.
  1. Berat badan turun drastis
Seperti gejala yang umum terjadi pada jenis kanker lainnya, pasien kanker otak juga bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis. Penurunan berat badan yang drastis ini bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem pencernaan pasien akibat keberadaan sel kanker yang semakin meluas. Nafsu makan pasien juga akan menurun sehingga bisa memperparah kondisi kesehatan pasien.
Dari semua gejala di atas, tidak menutup kemungkinan jika pasien kanker otak tidak merasakan gejala apapun. Ada beberapa pasien kanker otak yang tidak merasakan gangguan penglihatan, berbicara atau gejala lainnya. Gejala bisa saja muncul sangat sedikit dan tidak dirasakan oleh pasien, namun akan meningkat seiring semakin meluasnya area yang terkena sel kanker.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran pasien akan gejala-gejala yang dia rasakan untuk segera memeriksakan diri pada dokter. Hal ini dikarenakan efektivitas pengobatan kanker otak sangat bergantung pada tingkat keparahan kanker yang diderita. Semakin awal kanker otak ditemukan dan diobati, maka semakin besar pula kemungkinan pasien untuk sembuh. 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==