Publik-News.com – Indonesia dihadapkan dua masalah terkait imigrasi di pemerintahan Jokowi ini. Dua masalah tersebut adalah kebijakan Presiden Jokowi sendiri yang meliberalisasi sektor imigrasi, yang katanya untuk tujuan menarik investasi dan wisatawan manca negara. Salah satu paket kebijakan Pemerintah yang sangat berbahaya tersebut adalah pembebasan visa kepada 170 an negara.
Masalah yang kedua adalah kegagalan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM dalam membendung membajirnya imigran gelap dan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang masuk ke Indonesia, khususnya imigran gelap dan tenaga kerja asing ilegal dari China yang datang menumpang perahu investasi.
Karena itu, Dalam siaran persnya, Rabu (14/12/2016), Kepala Pusat Pengkajian Nusantara-Pasifik (BPNP) Haris Rusly mengaku akan melakukan konsolidasi untuk mengambil langkah politik dan melayangkan gugatan hukum dalam waktu dekat ini.
Ada empat masalah yang bakal dikonsolidasikan Haris Rusly. Keempat masalah tersebut adalah:
Pertama, gugatan hukum untuk membatalkan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pembebasan visa kepada 170 negara.
Kedua, gugatan hukum untuk memecat Ronnie Sompie yang gagal memimpin sebagai Dirjend Imigrasi untuk membendung banjir imigran gelap dan tenaga kerja asing iliegal yang masuk ke dalam wilayah Indonesia tanpa hambatan.
Ketiga, mendesak DPR RI untuk segera membentuk Pansus untuk menyelidiki dan membongkar sindikat dan mafia imigran gelap dan Tenaga Kerja Asing ilegal, yang diduga melibatkan sejumlah pejabat dan aparatur negara di Direktorat Jenderal Imigrasi dan instansi lainnya.
Keempat, dalam menghadapi situasi borderless tersebut, kami mengusulkan kepada Presiden dan DPR untuk segera mengubah status institusi yang bertanggung jawab terhadap imigrasi, dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang menjadi bagian dari Menteri Hukum dan HAM menjadi badan tersendiri, yaitu Badan Nasional Imigrasi dan Keamanan Perbatasan (BNIKP), dengan status setingkat menteri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden.
“Demikian pandangan dan sikap politik kami menghadapi situasi membanjirnya imigran gelap dan Tenaga Kerja Asing (ilegal),” katanya. (Hasan)
Sumber: publik-news.com



Trade Ideas & Technical Chart Analysis by Nial Fuller, February 5th to 9th 2018


EURUSD – Euro/dollar uptrend intact, waiting for pull back to buy
Last week in the EURUSD, price pushed higher again, albeit with more subdued gains than the previous week. However, the trend is still up overall and as we have been discussing in recent commentaries we are looking to buy this market on pull backs to support. We are now watching 1.2335 near-term support, the 21 day ema (blue level) and down to 1.2090 area for price action buy signals on a rotation lower (pull back) this week. Stay tuned to our daily members trade setups commentary for ongoing updates on the EURUSD.
NZDUSD – Kiwi/dollar sells off after pin bar reversal signal
The NZDUSD formed a bearish pin bar reversal signal back on January 24th up near 0.7430 key long-term resistance, a potential sell signal as we highlighted in our members commentary that day. We can see that 0.7430 has since contained price below that long-term resistance and that price has sold-off last Friday after staying below the high of that January 24th pin bar. As a result, we are looking to sell short-term rallies this week until the market reclaims 0.7430 area. Should price sell-off deeper and move into support near 0.7050 – 0.7130 we could start looking for buying opportunities again, however that may be some time away. For this week, we remain bearish biased and looking to get short on any minor rallies whilst under 0.7430.